Skip to main content

Featured Post

pahala satu kali sholawat fatih lima ughliq

#FAIDLOH #TIJANIYAH #SIBUKKAN #DIRIMU #DENGAN #SHOLAWAT #FATIH *بِسٔمِ اللّٰهِ الرَّحٔمٰنِ الرَّحِئمِ ،الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩* Al Qutb Al Maktum As Syekh Ahmad bin Muhammad At Tijany rodliyallahu 'anhu berkata dalam sebuah risalah yang beliau tujukan pada sebagian ashhabnya : Kemudian sesungguhnya engkau telah memohon padaku agar aku memberimu izin dalam menambah dzikir-dzikir lain selain wirid wajib. Maka ketahuilah bahwa aku telah mengijazahkan padamu semua dzikir-dzikir, asma, ayat-ayat dan do'a-do'a yang kau kehendaki menurut cara yang kau kehendaki kecuali wirid-wirid para masyaikh yang wajib dibaca ketika masuk dalam thoriqoh mereka, maka tidak ada izin bagimu untuk membaca wirid-wirid tersebut...  Ketahuilah bahwa semua dzikir...

NASIHAT GURU KAMI

omahsantri.id Jika sholat diandaikan telor maka tarekat adalah untuk mengeraminya agar menetas menjadi; Inna Sholata tanha’ ‘ani al fakhsya wa al munkar, sesungguhnya sholat mencegah dari perbuatan tercela & munkar. 

Selanjutnya karena ini adalah penutup dari kegiatan kita, bukan libur ya, tapi pengajiannya kita tunda sampai Ramadhan berikutnya, karena ini pengajian Ramadhanan, perlu saya sampaikan bahwa penyakit santri yang paling buruk adalah menyepelekan guru, ustadz atau kiainya setelah mendapatkan guru yang lebih baik. Hasil yang didapat kemudian, meski lebih mendalam dari yang disampaikan guru sebelumnya, tapi bukan untuk dibanding-bandingkan antar guru yang satu dengan yang lainnya, tetapi itu semua untuk menguatkan pemahaman dari yang disampaikan guru sebelumnya.

Kata Habib Abdullah bin Alwi Al Hadad, ‘bukanlah seorang murid ketika ditanya siapa yg paling utama menurutnya, jika si murid tidak mengatakan bahwa gurunyalah yg paling utama, maka dia sesungguhnya bukanlah seorang murid, santri atau siswa. Kalau ada yang bertanya kenapa bukan Syaikh Abdul Qadir al Jailani atau ulama-ualam terdahulu lainnya, jawabannya bukankah kita mengetahui segala kebesaran dan keistimewaan ulama Syaikh Abdul Qadir al Jailani dari guru-guru kita, kalau bukan dari guru-guru kita darimana? dari siapa?

Kalian semua harus khidmah, kalian harus nurut pada guru-guru kalian, kalian jangan berharap ditaati murid-murid kalian kelak kalau kalian tidak bisa dan tidak berusaha untuk mentaati guru-guru kalian saat ini. 

Khidmah itu ibarat mendapat sebuah delima yang didalamnya terdapat berlian & permata. Khidmah itu pengertiannya umum, tidak hanya membetulkan sandal Kiai, menyediakan minum Kiai, tetapi setiap pagi kalian berangkat ke kelas untuk belajar niat mentaati guru itu sudah mentaati gurunya. Itu sudah khidmah, sebab belajar dg baik dan benar adalah harapan gurunya, dg melaksanakan itu santri sudah termasuk khidmah kepada gurunya.

Jadi kita harus menghormati guru-guru kita, jadi jangan melihat kiai ikut politik, ini-itu. Kita jangan melihat itu. Lihat ke-kiai-annya saja, jangan melihat yang lain.
🔸
Ringkasan ceramah Habib Luthfi, Ramadhan beberapa tahun lalu


Comments

Popular Posts